We Are Creative Design Agency

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Illum, fuga, consectetur sequi consequuntur nisi placeat ullam maiores perferendis. Quod, nihil reiciendis saepe optio libero minus et beatae ipsam reprehenderit sequi.

Find Out More Purchase Theme

Our Services

Lovely Design

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Great Concept

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Development

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

User Friendly

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Recent Work

Kamis, 23 Juni 2016

Kemenkop UKM dan Bank Dunia Garap Rencana Pengawasan Koperasi

Kemenkop UKM dan Bank Dunia Garap Rencana Pengawasan Koperasi


Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng Bank Dunia untuk menyusun aksi sistem pengawasan seluruh koperasi di seluruh Indonesia.

Bank Dunia sudah pernah mengkaji dan melakukan penelitian mengenai pengawasan sistem online koperasi khusus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Usaha Simpan Pinjam (USP).

"Kami bekerjasama kembali dengan Bank Dunia menyusun rencana aksi pengawasan terhadap koperasi di Indonesia, tak hanya KSP dan USP saja", kata Deputi Bidang Pengawasan Kementrian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring, Kamis (9/6/2016).

Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM lebih memprioritaskan kualitas koperasi, ketimbang kuantitas. Meliadi pun berharap semakin banyak jumlah koperasi yang meningkatkan kinerjanya.
"Saat ini, dari 150 ribuan koperasi yang aktif di seluruh Indonesia, baru ada sekitar 58 ribu koperasi yang sudah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT)," kata Meliadi.
Dalam kesempatan yang sama, Jauhari Sitorus dari Bank Dunia Jakarta berharap agar kemitraan antara Bank Dunia dengan Kemenkop UKM bisa terus berlanjut.
Hal itu mampu membuat koperasi (termasuk KSP/USP) di seluruh Indonesia menjadi kuat, sehat, dan tangguh.
"Dua tahun lalu Bank Dunia sudah pernah melakukan kajian pengawasan seperti ini. Dan salah satu rekomendasinya adalah perlunya pengawasan KSP/USP, termasuk terkait pengawasan terhadap laporan keuangan koperasi yang akuntabel," pungkas Jauhari.

Sumber: tribunnews.com

Potensi UKM Tangerang di Bakul Nusantara

Potensi UKM Tangerang di Bakul Nusantara


Tangerang - Wilayah Kecamatan Benda, Kota Tangerang, menyimpan potensi untuk berkembang menjadi pusat penjualan hasil kreativitas usaha kecil menengah (UKM), baik dari kuliner, suvenir kerajinan khas penduduk setempat, hingga pengembangan seninya. Ini lantaran Kecamatan Benda berada di akses hilir mudik Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Mempromosikan kota melalui potensi-potensi yang ada di setiap wilayah di Kota Tangerang memang menjadi salah satu cara untuk semakin mengenalkan Kota Tangerang kepada jutaan pasang mata dari dalam maupun luar negeri.

Ada Festival Bujug Buneng dan Benda Expo, yang turut menjadi ajang optimalisasi peluang ekonomi, pariwisata, serta budaya di wilayah Benda melalui pemberdayaan masyarakat sekitar. Kini, komitmen itu semakin diperkuat dengan hadirnya pusat oleh-oleh khas Kota Tangerang yang berada di Bakul Nusantara, Airport Hub.

Camat Benda, Suli Rosadi, dalam sambutannya saat membuka Festival Budaya Betawi dan Buka Puasa Bersama sekaligus peresmian outlet UKM Kota Tangerang, Jumat (17/6), di Bakul Nusantara Resto, Airport Hub, menuturkan, pihaknya terus mendorong masyarakat Benda agar dapat terus mengasah kreativitas melalui seni, budaya, serta UKM.

''Kalau diasah dan dikelola dengan baik, semua potensi itu akan menjadi besar. Kami berharap, outlet UKM yang berada di Bakul Nusantara ini dapat semakin memperkenalkan hasil seni dan budaya dari UKM masyarakat Benda, yang secara lokasi sangat berdekatan dengan Bandara Soekarno-Hatta," ujar Suli, akhir pekan lalu.

Masyarakat Benda yang bergelut dalam UKM, juga terus dibina dan diberikan kemudahan. Mereka diharapkan bisa mendorong UKM lebih baik lagi pada masa depan. Di antaranya, melalui outlet UKM yang ada di Bakul Nusantara. Di mana, para pelaku UKM dapat menampilkan berbagai produk unggulannya di outlet tersebut. ''Terus kalau ada yang nanya, tempat beli oleh-oleh Kota Tangerang, suruh datang saja ke Benda,'' kata Suli.

Di outlet ini, tersedia suvenir dan kaus Bujug Buneng yang sudah menjadi trademark Benda, yang turut mewakili Kota Tangerang. Suli juga berharap ke depan di outlet UKM ini juga akan ada produk-produk unggulan lainnya dari wilayah kecamatan di luar Kecamatan Benda. ''Kalau bisa, di tiap wilayah kecamatan juga ada outlet-outlet pusat oleh-oleh hasil para pelaku UKM Kota Tangerang,'' katanya menjelaskan.

Hadirnya outlet-outlet, lanjut Suli, akan semakin menarik minat para wisatawan yang datang ke Kota Tangerang. ''Wisatawan bisa melihat potensi wisata seni budaya maupun berburu oleh-oleh khas Kota Tangerang,'' ucapnya.

Direktur PT Kreasi Kuliner Indonesia yang membawahkan merek Bakul Nusantara, Triwanti, berharap Bakul Nusantara Resto dapat bekerja sama secara baik dengan UKM yang ada di Kecamatan Benda. Di lokasi itu, sambung dia, para pelaku UKM dapat memperkenalkan hasil seni dan budaya dari UKM Kecamatan Benda yang secara lokasi sangat strategis, berdekatan dengan Bandara Soekarno-Hatta.

Selain menawarkan aneka menu makanan dan minuman khas nusantara yang mengundang selera, Bakul Nusantara juga menjual aneka oleh-oleh khas Indonesia, seperti keripik, kacang, dodol, bolu, cokelat, bumbu dapur, kue kering, aneka sambal, dan masih banyak lagi. Bakul Nusantara juga menjual produk buatan sendiri, seperti kue semprong, tempe orek, bika ambon, pia susu, bolu gulung, dan chiffon dengan aneka rasa khas Indonesia. Tersedia juga berbagai minuman tradisional, sperti jamu, wedang jahe, bandrek, teh tradisional, dan lain-lain.

Bakul Nusantara pun bisa menjadi alternatif untuk melakukan meeting point ataupun tempat transit bagi customer yang akan melakukan perjalanan. Apalagi, Airport Hub adalah sebuah mal yang terintegrasi dengan dua hotel, yaitu Swiss Bel International Hotel dan Zest. Hanya sekitar lima menit menuju bandara.

Jadi, kata Triwanti, jika ingin menikmati kuliner nusantara sambil berburu oleh-oleh khas Kota Tangerang, sebelum terbang meninggalkan Indonesia, ia menyarankan siapa saja mampir dulu di Bakul Nusantara Resto. ''Lokasinya ada di Jalan Husen Sastranegara, Kelurahan Benda, Kecamatan Benda,'' katanya menjelaskan.

Sumber: republika.co.id


Korsel Bantu UKM Indonesia agar “Go International”

Korsel Bantu UKM Indonesia agar “Go International”


Kementerian Koperasi dan UKM mengklaim bahwa Korea Selatan saat ini tengah memberikan perhatian yang lebih terhadap perkembangan dan kemajuan UKM di Indonesia. Kemenkop sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Korea Selatan yaitu menjadikan Busan Indonesian Centre (BIC) Korea sebagai paviliun promosi produk Koperasi Kecil Usaha Menengah (KUKM).

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta menjelaskan seluk beluk kepedulian Korea Selatan terhadap UKM di Indonesia.

“Korea itu kepedulian terhadap Indonesia sangat tinggi sekali. Mengapa demikian? Karena Korea merasa berhutang budi, ketika mereka perang dengan Korea Utara, Indonesia membantu mereka. Setelah itu mereka berhasil ekonominya sehingga akhrinya mereka membalas budi dengan memajukan UKM-UKM kita,” jelas I Wayan Dipta saat pembukaan pasar murah Kemenkop di Jakarta, Rabu (22/6/2016).

Wayan menambahkan, sebelumnya sudah ada kerja sama antara Kemenkop dengan pemerintah Korea Selatan terkait pengembangan dan pelatihan UKM. “Dengan Korea ini sudah ada kerja sama sebelumnya tahun 2010 dan 2013, nah ini yang ditingkatkan lagi nanti ke depan untuk mengawal produk-produk yang akan kita ekspor ke Korea,” tambah Wayan.

Wayan menegaskan sudah banyak produk UKM yang dipersiapkan masuk ke pasar Korea Selatan. “Sudah banyak ekspor ke sana seperti roti, kopi. Korea kan perlu kopi, mereka selama ini mengimor dari Kolombia. Kita padahal bisa suplai dari sini, kita kan penghasil kopi terbesar kedua di dunia,” jelas Wayan.

Wayan menuturkan, sebelumnya juga sudah ada pelatihan UKM di bidang otomotif yang sudah berjalan dengan Korea. Penanda tanganan sudah dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2016. Untuk pelatihan, pihak Korea akan datang pada bulan Juli 2016.

“Mereka akan datang sesudah lebaran, kira-kira tanggal 20 Juli, nanti akan dilihat kira-kira apa yang dibutuhkan Korea, dan nanti dilihat UKM mana yang siap untuk itu sehingga nanti akan dilatih,” pungkas Wayan.


Tidak Perlu Jadi Paling Pintar untuk menjadi yang Paling Sukses

Tidak Perlu Jadi Paling Pintar untuk menjadi yang Paling Sukses



Apa yang dibutuhkan untuk menjadi sukses? Apakah menjadi "terbaik dan paling cerdas"?

Istilah tersebut sering terdengar di sekitar kita, bahwa tampaknya kecerdasan adalah pembuka gerbang terhadap peluang. Jika kita melihat seseorang melakukan yang lebih baik dari diri kita sendiri, kita dengan cepat menganggap bahwa orang harus lebih pintar atau secara alami lebih berbakat. Dan ketika hal itu terjadi, itu menciptakan alasan bagi kita untuk menyerah pada tujuan kita.

Misalnya, apakah Anda pernah berpikir untuk diri sendiri...
"Wow, menakjubkan apa yang dicapai orang itu. Aku tidak pernah bisa melakukan itu. "[Saya tidak cukup pintar.]

"Saya benar-benar ingin melakukan itu, tapi ..." [Saya tidak cukup berbakat.]

"Bagaimana bisa orang itu memiliki tubuh yang bagus seperti itu?" [Aku tidak dilahirkan seperti itu.]

Sekarang, kita semua bisa sepakat bahwa orang tidak lahir pada pijakan yang sama. Beberapa dari kita mungkin memiliki kemampuan yang lebih baik untuk memahami keterampilan tertentu secara alami. Tapi apakah Anda perlu menjadi seorang jenius untuk menjadi sukses di lapangan?

Seperti dilansir lifehack.org, beberapa hal berikut bisa mendongkrak Anda menjadi seorang yang sukses tanpa harus pintar:

Kreativitas dan Perannya dalam Kesuksesan

Memiliki sikap terbuka dan menempatkan diri dalam lingkungan yang mendorong kemajuan adalah bagian dari menemukan peluang yang baik. Mengapa? Karena memiliki kedua hal itu membantu Anda untuk mendatangkan ide-ide baru. Dan, sama pentingnya, mereka mendorong kita untuk menerapkan ide-ide mereka.

Tapi sebelum kita masuk ke sana, mari kita bicara tentang persepsi bahwa ide-ide yang baik hanya datang untuk beberapa orang beruntung yang dilahirkan dengan bakat hebat. Apakah Anda harus menjadi orang yang paling cerdas di sekitar untuk membuat karya-karya besar? Nah, jawabannya mungkin akan mengejutkan Anda.

Dalam sebuah penelitian mengenai tingkat kecerdasan dan kreativitas, hasilnya adalah sebagai berikut:

"Ketika menyelidiki kriteria liberal dari orisinalitas suatu ide (yaitu dua ide asli), nilainya mendekati IQ 100 poin. Sebaliknya, ambang batas IQ 120 poin muncul ketika kriteria itu lebih menuntut (yaitu, banyak ide asli). "

Rata-rata skor IQ adalah 100. Rata-rata IQ bagi lulusan SMA adalah 105. Tak sampai 115 untuk lulusan perguruan tinggi dan kemudian 125 untuk pemegang gelar PhD/Doktor.

Itu berarti jika kecerdasan Anda adalah rata-rata, Anda bisa datang dengan setidaknya beberapa ide. Tetapi jika Anda rata-rata adalah 120, yang sangat cerdas tetapi tidak pada tingkat jenius, Anda bisa datang dengan banyak ide.

Jadi jika Anda memenuhi ambang batas tertentu untuk datang dengan ide-ide baru, apa yang membedakan orang-orang yang "baik-baik saja" dari orang-orang yang berprestasi di bidang kreatif?

Inilah bagian kedua dari apa yang dikatakan para peneliti:

"Selain itu, kami memperoleh bukti bahwa setelah ambang kecerdasan terpenuhi, faktor kepribadian menjadi lebih berperan untuk kreativitas."

Apa yang mereka temukan adalah bahwa Anda tidak perlu menjadi seorang jenius yang datang dengan ide-ide besar. Setelah Anda mencapai nilai batas kecerdasan di atas rata-rata, ada faktor lain yang ikut bermain.

Kualitas untuk menjadi Sempurna

Jadi faktor kepribadian seperti apa yang Anda butuhkan untuk mencapai kesuksesan?

Penelitian di atas menunjukkan bahwa keterbukaan mengarah ke potensi kreatif yang lebih tinggi. Dengan kata lain, apakah Anda ingin tahu tentang belajar ide-ide baru dan menemukan dunia baru di sekitar Anda?

Ilmuwa, seniman, dan profesional yang membutuhkan kreativitas menunjukkan tingkat keterbukaan yang lebih tinggi. Ini bukan kejutan, terutama karena terobosan dengan memberikan penilaian suatu topik dari berbagai sudut pandang dan bersedia untuk mencoba sesuatu yang baru. Tapi kecerdasan dan keterbukaan terhadap pengalaman tidak akan membantu jika Anda tidak menerapkannya. Di sinilah ketekunan datang.

Untuk meningkatkan keterampilan, Anda perlu melakukan pengaturan tugas yang sama secara konsisten, bahkan ketika tampaknya membosankan. Ketika anda menemui hambatan yang tak terelakkan, ketekunan berarti bukan menjadi pertanyaan: "Aku harus menyerah?", melainkan "bagaimana saya bisa menyelesaikan permasalahan ini?".

Ketekunan berada pada rencana jangka panjang dan menjadi prioritas yang lebih tinggi dari ketidaknyamanan. Ini seperti permainan catur. Ketika pemain andalan terjebak, mereka tidak frustrasi atau berjalan kaki. Mereka duduk di sana dengan tenang dalam pemikiran yang mendalam dan mendekati masalah dengan cara yang tenang dan rasional.

Pecatur profesional melihat permainan menggunakan perspektif jangka panjang dan merencanakan 2-3 langkah mereka ke depan. Mereka tidak berpikir untuk jangka pendek. Mereka ada didalamnya untuk menang. Kemunduran sementara hanya bagian dari perjalanan.

Sukses Bukanlah Sihir

Kadang-kadang orang-orang memperlakukan sukses seperti itu sihir. Angkat tongkat, dan Volaaa! - Anda diberkati dengan bakat. Bagian dari sihir membuat sesuatu yang sulit menjadi terlihat mudah. Tapi di balik itu adalah kemauan untuk mencoba sesuatu dan terus melakukannya, hari demi hari. Untuk datang melawan hambatan dan menemukan jalan untu melaluinya. Untuk berlatih ketika tidak ada yang melihat. Kabar baiknya adalah bahwa hal-hal ini masih dalam kendali kita. Mereka bisa dilakukan oleh orang yang bersedia untuk berusaha dan kerja keras.

Sumber: smartbisnis.co.id

Tips Jadi Pemimpin Handal ala CEO Tupperware

Tips Jadi Pemimpin Handal ala CEO Tupperware



Perkembangan teknologi yang begitu cepat, membuat para pengusaha sibuk bersaing dengan cara meningkatkan kualitas produk mereka. Pada akhirnya, mereka lupa bukan hanya kualitas dan aktualitas dari sebuah produk saja yang dicari oleh orang lain, namun juga pelayanannya.

Hal inilah yang selalu ditekankan oleh Rick Goings, CEO dari produk rumah Tupperware Brands, sebuah produk yang menghasilkan USD2,6 miliar tahun lalu, dia selalu mengajak orang-orang muda untuk bersikap ramah pada seseorang.

"Saya selalu bertanya kepada supir, resepsionis dan asisten saya tentang cara calon pegawai ini berinteraksi dengan mereka. Bagaimana Anda memperlakukan orang lain akan sangat berarti bagi mereka," jelas dia.

Memasuki usia ke 41, dia masih memiliki tiga sikap yang harus diimplementasikan pada abad ke-21. Berikut adalah tips jadi pemimpin handal ala CEO Tupperware.

1. Penasaran dengan cara yang cerdas

Sangat penting untuk mengembangkan rasa ingin tahu dalam dunia ini, namun kemampuan untuk melihat realitas dan kemampuan untuk melihat-lihat sudut pandang tersebut harus dilakukan dengan cara yang cerdas. Menurutnya, banyak cara bisnis dan filosofi pribadi yang berubah ketika dia pertama kali pindah dari Amerika Serikat ke Eropa dan kemudian ke Asia. Dia menjelaskan, bagaimana perspektif orang Amerika dalam pendekatan di pasar global.

"Saya harus menggunakan keingintahuan intelektual saya untuk membayangkan apa yang wanita di negara-negara selain AS akan lakukan, terhadap peluang bisnis penjualan seperti Tupperware," jelas dia.
Ternyata perempuan di Indonesia, bila dibandingkan dengan negara-negara lain, yang telah bekerja selama tiga tahun atau lebih sebagai penjual Tupperware, telah mengalami perubahan hidup langsung, yang diperoleh karena menjalankan bisnis mereka sendiri.
Ratusan ribu wanita ini telah meningkatkan kondisi keuangan dan kemampuan untuk merawat keluarga mereka. Padahal banyak dari mereka yang sebelumnya pemalu, penakut dan merasa tidak pede menjadi percaya diri, bangga, dan independen.

2. Selalu menginspirasi orang lain

Rick selalu datang jika dia mendapat undangan, hal ini dilakukan agar semua orang yang hadir dalam undangan tersebut dapat terinspirasi oleh komitmennya dan dapat mendorong mereka untuk lebih berkembang.
Oleh karena itu, dia tidak pernah mendelegasikan tugas tersebut kepada eksekutif senior lainnya. Menurutnya, jika undangan tersebut melibatkan ketua dan CEO, maka orang yang senang berbisnis akan muncul.
Selain itu, dia dan istrinya, Susan, berupaya untuk mendukung seluruh anak-anak agar dapat tumbuh di lingkungan yang aman dan mengajarkan mereka keterampilan berharga. DIa percaya bahwa semua anak, tidak peduli apa latar belakang ekonomi atau status sosial mungkin, dapat bersaing. Mereka bisa menang jika diberi kesempatan.
"Ini merupakan kewajiban pemimpin perusahaan untuk melihat di cermin dan bertanya pada diri sendiri bagaimana mereka benar-benar dapat membuat perbedaan," katanya.

3. Terus berimprovisasi

Pengalaman akan membawa kita mendapatkan keberhasilan namun ada kalanya kita juga akan berhadapan dengan kegagalan, keduanya penting dan menjadi elemen yang tidak dapat dipisahkan. Dia yakin, pembelajaran dari pengalaman tersebut akan membantu kita menjadi pemimpin yang lebih baik dan mentor yang lebih baik dari orang lain.

Kadang-kadang operasi bisnis tidak bergerak secepat sebagaimana mestinya, karena karyawan atau pemimpin masih kekurangan pengalaman. Seperti terlalu bermain aman dan tidak menghasilkan ide-ide yang cukup kreatif, orang yang kurang pengalaman tidak akan menjadi yang terbaik.
"Jika Anda ingin mendapatkan hasil maksimal dari seseorang, Anda tidak memaksa ide itu keluar dari mereka, tapi Anda harus membantu ide itu keluar dari mereka," kata Rick.

Profil Rick Goings

Rick Goings, merupakan lulusan Wheaton Community High School, Wheaton, Illinois, pada 1963. Selain itu, pada periode 1964–1966 dia juga menjadi bintara di USS Power, U.S. Navy. Dia melanjutkan pendidikannya di Guilford College, Greensboro, pada 1970.
Lulus dari Guilford dia ditunjuk menjadi CEO di Dynamics pada periode 1970–1985. Kemudian pada periode 1986–1988 dia bergabung ke Avon Products dan menjadi wakil ketua kelompok.
Kemudian pada periode selanjutnya 1988–1989, dia menjadi Senior operating officer untuk lingkar Pasifik. Baru pada pada 1989–1992 dia diaulat menjadi President, Avon di Amerika.
Kemudian pada periode 1992–1996 dia keluar dan bergabung ke Premark International untuk mengelola Tupperware secara global. Baru pada periode 1996–1997, dia diangkat menjadi president di Tupperware Brands dan hingga saat ini dia dipercaya menjadi Chairman and CEO.

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567